3 Langkah Mudah
Tentukan takaran
1 mL Nano Diesel untuk setiap 1 liter bahan bakar.
Contoh: tangki diisi 40 liter solar → tuang 40 mL Nano Diesel.
Tuang ke tangki
Tuang Nano Diesel ke tangki terlebih dahulu, sebelum atau saat mengisi bahan bakar di SPBU — proses pengisian solar akan otomatis mencampurkannya.
Isi bahan bakar seperti biasa
Tidak ada langkah tambahan. Kendaraan bisa langsung dipakai setelah tangki terisi penuh.
Tidak perlu modifikasi mesin, tidak perlu remap, tidak perlu ke bengkel.
Kompatibilitas
Cocok untuk mesin diesel dengan bahan bakar solar biasa maupun campuran biodiesel (B30, B50, hingga B100), termasuk Pertamina Dex.
| Bahan bakar | Kompatibel |
|---|---|
| Solar / Pertamina Dex | Ya |
| B30 | Ya |
| B50 | Ya |
| B100 | Ya |
Nano Diesel diuji pada Toyota Land Cruiser 200, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar — cocok untuk mesin diesel SUV, mobil keluarga, hingga kendaraan niaga/armada.
Seberapa sering dipakai?
Tuang Nano Diesel setiap kali mengisi bahan bakar, dengan takaran mengikuti volume pengisian (1 mL per 1 liter). Tidak perlu jeda atau "masa istirahat" antar penggunaan.
Yang perlu diperhatikan
Ikuti takaran yang tertera pada kemasan. Menambah takaran melebihi anjuran tidak menambah manfaat — konsentrasi berlebih justru berisiko menggumpal (aglomerasi) dan tidak disarankan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah aman dicampur langsung di tangki?
Ya — Nano Diesel dirancang untuk dituang langsung ke tangki dan bercampur secara alami dengan bahan bakar saat pengisian.
Apakah perlu ke bengkel untuk aplikasi pertama?
Tidak. Nano Diesel bekerja di sisi bahan bakar, bukan komponen mesin, jadi tidak ada instalasi atau kunjungan bengkel yang diperlukan.
Bagaimana kalau tangki belum kosong saat mau menambah Nano Diesel?
Hitung takaran berdasarkan jumlah bahan bakar yang akan diisi (bukan kapasitas total tangki), lalu tuang sebelum atau saat pengisian berlangsung.