Ford Umumkan Harga Everest & Ranger V6 Diesel di GIIAS 2026: Ini Beda dengan Varian 2.0L
Ford RMA Indonesia resmi mengumumkan harga empat model Built Ford Tough di GIIAS 2026 — termasuk Everest Platinum V6 3.0L dan Ranger Sport 2.0L. Di balik selisih harga dan tenaga yang signifikan, kedua keluarga mesin ini sama-sama menggunakan common rail diesel yang menghadapi tantangan yang sama di era Biosolar B50. Artikel ini mengurai perbedaan mesin, positioning masing-masing varian, dan relevansinya bagi pemilik di era bahan bakar biodiesel nasional.
Ford RMA Indonesia resmi mengumumkan harga on-the-road Jakarta untuk empat model premium Built Ford Tough di GIIAS 2026 (29 Juli 2026, ICE BSD City): Ford Everest Platinum 3.0L V6 (Rp1.295.000.000), Ford Ranger Platinum 3.0L V6 (Rp1.129.000.000), Ford Ranger Wildtrak 3.0L V6 (Rp979.000.000), dan Ford Ranger Sport 2.0L (Rp759.000.000). Pengumuman ini menutup masa penantian sejak keempat model diperkenalkan lebih dulu beberapa minggu sebelumnya — dan yang paling menarik perhatian bukan cuma harga, tapi jarak mesin di antara varian termahal dan termurah dalam satu lini yang sama.
Empat Varian, Dua Keluarga Mesin Diesel yang Berbeda Jauh
Country Director RMA Indonesia, Roelof Lamberts, menyampaikan bahwa keempat model ini dirancang agar konsumen "tidak lagi harus memilih antara kemewahan, kenyamanan, dan performa." Tapi dari sisi mesin, ini justru dua filosofi tenaga yang berbeda:
| Varian | Mesin | Tenaga | Torsi | Transmisi | Harga OTR Jakarta |
|---|---|---|---|---|---|
| Everest Platinum | 3.0L V6 Turbo Diesel | 250 PS @ tidak dirinci spesifik | 600 Nm | Otomatis 10-speed E-Shifter, 4WD Full-Time | Rp1.295.000.000 |
| Ranger Platinum | 3.0L V6 Turbo Diesel (sama dengan Everest Platinum | 250 PS | 600 Nm | Otomatis 10-speed E-Shifter, 4WD Full-Time | Rp1.129.000.000 |
| Ranger Wildtrak | 3.0L V6 Turbo Diesel | 250 PS | 600 Nm | Otomatis 10-speed | Rp979.000.000 |
| Ranger Sport | 2.0L Turbo Diesel (single-turbo) | 170 PS @ 3.500 rpm | 405 Nm | Otomatis 10-speed, 4WD, 6 mode berkendara | Rp759.000.000 |
Catatan angka: satu laporan media menyebut tenaga varian V6 sebagai "246,6 dk" alih-alih 250 PS — kemungkinan besar perbedaan pembulatan satuan, bukan dua spesifikasi berbeda, karena sumber resmi lain secara konsisten menyebut 250 PS/600 Nm untuk seluruh varian V6.
Selisih tenaga antara varian V6 dan Ranger Sport 2.0L mencapai 80 PS dan 195 Nm — bukan sekadar beda trim, melainkan dua unit mesin yang sepenuhnya berbeda: V6 3.0L dipakai eksklusif di tiga varian termahal, sementara Ranger Sport memakai turbo diesel 2.0L single-turbo yang secara filosofi lebih dekat ke penggunaan kerja harian dan efisiensi biaya perawatan.
Kenapa Ford Pisahkan V6 dan 2.0L, Bukan Cuma Beda Trim Level?
Pola ini konsisten dengan strategi global Ford untuk platform Ranger/Everest: varian 3.0L V6 disematkan pada trim premium yang menonjolkan kenyamanan kabin (Bang & Olufsen Premium Audio, kursi depan Heated & Ventilated, panoramic sunroof, layar SYNC 4A 12 inci, Pro Power Onboard 400W) sekaligus performa off-road tinggi (Matrix LED Headlamps, ADAS penuh, 4WD Full-Time). Sementara Ranger Sport 2.0L diposisikan sebagai kendaraan serbaguna untuk kebutuhan kerja dan gaya hidup harian — tetap dibekali fitur modern seperti 4WD, enam mode berkendara, dan Rear Electronic Locking Differential, namun dengan basis mesin yang lebih ringkas dan biaya kepemilikan yang lebih terjangkau.
Apa Artinya Ini untuk Pemilik di Era B50?
Baik mesin V6 3.0L maupun 2.0L single-turbo pada lini Everest/Ranger sama-sama menggunakan sistem injeksi common rail bertekanan tinggi — arsitektur yang sensitif terhadap kualitas dan stabilitas bahan bakar. Ini relevan karena biodiesel B50 (50% campuran FAME/fatty acid methyl ester) sudah resmi berlaku nasional sejak 1 Juli 2026, dan sifat kimiawi biodieselnya — higroskopis (menyerap air) dan rentan oksidasi seiring waktu penyimpanan — berlaku sama pada kedua keluarga mesin ini, terlepas dari berapa banyak silinder yang mereka punya.
Program road test B50 pemerintah yang melibatkan GAIKINDO turut menyertakan kendaraan diesel lintas segmen, dan hingga pertengahan Juli 2026 hasil sementara dilaporkan "so far aman" pada jarak tempuh sekitar 50.000 km — meski pihak GAIKINDO sendiri mengingatkan bahwa hasil jangka pendek belum tentu mencerminkan seluruh kondisi lapangan jangka panjang.
Di Mana Peran Aditif Bahan Bakar seperti Nano Diesel?
Untuk pemilik kendaraan diesel common rail — baik V6 3.0L bertenaga besar maupun 2.0L untuk pemakaian harian — dua parameter yang paling relevan menghadapi karakter B50 adalah stabilitas oksidasi bahan bakar dan lubrisitas (pelumasan) pada komponen presisi seperti injektor. Pada pengujian LEMIGAS terhadap B100, Nano Diesel — aditif bahan bakar diesel berbasis teknologi nanopartikel karbon (N6) dari NanoSix — tercatat menaikkan stabilitas oksidasi (metode rancimat) dari 227 menit menjadi 295 menit, dan menurunkan keausan HFRR dari 280,5 menjadi 249 mikron.
Pada pengujian dyno independen oleh Dastek Dynamometer, Nano Diesel diuji pada Toyota Land Cruiser 200 (bukan Ford Everest/Ranger) dengan hasil torsi puncak naik dari 620,8 Nm menjadi 713,4 Nm (+14,9%) dan tenaga puncak dari 232,9 BHP menjadi 254,1 BHP (+9,1%), diuji pada gigi 4, 19 Mei 2026. Hasil dapat bervariasi tergantung kondisi mesin dan bahan bakar — angka ini spesifik pada kendaraan dan kondisi uji tersebut, bukan janji hasil identik pada Everest atau Ranger.
Yang tidak bisa kami klaim: Nano Diesel tidak diuji untuk klaim irit bahan bakar atau perpanjangan umur mesin, sehingga tidak ada pernyataan tersebut di artikel ini — data yang tersedia mengukur performa tenaga/torsi, stabilitas oksidasi, dan lubrisitas.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa beda utama mesin Everest/Ranger V6 dengan Ranger Sport?+
Apakah harga yang diumumkan di GIIAS 2026 sudah termasuk seluruh Indonesia?+
Apakah mesin diesel Everest/Ranger aman untuk B50?+
Apakah Nano Diesel sudah diuji khusus pada Ford Everest atau Ranger?+
Sumber: JawaPos, GridOto, RCTI+ News, Liputan6, Xpose Indonesia, Republika Online, OtoDriver (pengumuman harga resmi & spesifikasi Everest/Ranger GIIAS 2026, 29 Juli-1 Agustus 2026), Beritasatu.com/Waspada.id (pernyataan GAIKINDO soal uji jalan B50, Juli 2026), data uji LEMIGAS & Dastek Dynamometer (Product Knowledge Pack Nano Diesel, internal Nanosix).